This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 14 Juli 2020

Salam Kenal, Hi...

Hai, malam ini tepatnya saya berpikir untuk menulis lagi.
Sudah lama memang tidak buka blog ini, sampai saat saya cari di google nama websitenya sudah tidak ditemukan hehe.
Jadi, saya memutuskan untuk memulai lagi tulisan-tulisan yang selama ini terbengkalai dan tidak pernah saya posting dimana-mana.
Dulu, mimpi saya adalah menjadi penulis setelah saya pernah bermimpi saat guru SD saya bertanya "kalau besar mau jadi apa?". Aku menjawab, "mau jadi pramugari karena she can fly kemanapun in this word". Saat saya SMP, saya mulai berpikir untuk menjadi penulis. Saya mulai mengirimkan beberapa cerpen ke media sekolah, dan buku-buku yang sedang membuka lomba menulis.
Tentang impianku sampai sini dulu...
Disini ga nyangka banget bakal nulis blog lagi. Jujur emang saya pribadi ngerasa banget kalo saya bener-bener jauh dari kata-kata bahwa "saya seorang penulis". Kadang sayacuma ngeluangin beberapa waktu yang menurut saya ga ada artinya agar ada artinya. Karena saya sendiri ga terlalu suka buat jauh-jauh dari kamar, emang jujur aja saya sedikit introvert but ga susah-susah juga sih buat dapet temen. Sengaja banget karena udh lama ga nulis, bahasa dan juga tanda baca acak-acakan :(
Sebenarnya, saya disini mau say "hai" to everyone who read this blog gajelas buat kalian yang baru liat blog ini. So, saya bikin blog ini smp kelas 3 kalo ga salah. Karena tugas sekolah yang mengharuskan mempunyai blog, but sampai sma I still mainin ini blog. Kadang ngepost yang ga jelas, kadang ngepost ini lah itu lah, kadang ikut lomba tapi ga pernah menang wkwk
Langsung aja ya, sebelumnya saya sudah pernah perkenalkan novel yang saya buat pada jamannya (lupa sma atau smp). Jadi, novel itu real life. But, it's not me hehe jadi disini gue mau langsung aja buat kalian yang bete gatau mau ngapain atau gatau mau baca apa disini gue mau kasih file novel gue secara gratis lah ya tentunya. Gue bukan dwitasari, gue jg bukan tere liye, gue bukan pidi baiq tapi gue disini akan menemani lo disaat lo semua bosen. Sebenernya sih udah pernah dicoba buat masuk ke penerbit, but gue ga punya target market yang harus bisa kejual sesuai target. Kepengen banget buat nerbitin novel soalnya temen-temen juga pada dukung, so enjoy aja deh...
Udah ah langsung aja klik pdf di bawah ini ya.

Thank you buat kalian yang udah baca,aku minta  kritik dan sarannya ya!

Kamis, 26 Desember 2013

Aku masih menunggu

Air mataku jatuh, alunan lagu cinta di ujung jalan- agnes monica mengiringi.

Semua tentang cinta, aku yang terpana melihatnya saat bermain futsal. Memberi air minum saat dia haus, mengelapkan keringat yang bercucuran di wajahnya.

Aku suka berada disampingnya. Aku merasa nyaman. Ibuku bilang kalau dia tidak akan kembali. Ibuku juga bilang itu hanya perasaan yang sementara. Aku masih menunggu, menunggu demi datang kepadaku. Menunggunya berada disampingku lagi.

Banyak orang bilang aku bodoh. Banyak orang bilang aku tolol. Memang itulah aku.
Banyak orang bilang menunggu itu menjenuhkan. Menunggu itu melelahkan. Aku juga sama. Aku lelah menunggu.
Menunggu semua yang tak pasti. Menunggu kamu kembali. Sementara kamu sudah memilikinya.

Haha memang bodoh bagiku. percaya dengan semua perkataanmu, percaya pada semua permainanmu.

Terkadang aku berfikir, dunia seperti game. Ketika kamu kalah apa yang kamu pilih, harus mencoba atau menyerah. Saat kamu menang kamu akan menunjukan ke orang atau akan bermain lagi. Tapi hanya satu, saat game over. Dunia ini tidak seperti game yang sudah game over tapi bisa mengulangi kejadian itu lagi.
Semua orang ingin mempunyai kesempatan kedua. Ingin mengulang waktu ketika semuanya terjadi.

Demi, seseorang yang membuatku gila. Jika aku bisa meminta, aku ingin meminta untuk menghilangkan semua tentangnya. Semua yang telah terjadi bersamanya. Sebenarnya salah ketika aku mengunci hati ini hanya untuk satu orang yang bisa dibilang tidak mengingatku.

Hidup ini penuh teka-teki seperti puzzle. Aku ingin mencari puzzle-puzzle yang hilang. Aku ingin jadikan satu gambar yang mereka bilang cinta. Siapa manusia yang tidak ingin punya cinta? Orang gila saja bisa gila karena cinta.
Aku ingin mempunyai cinta seperti yang ada di korea, diam-diam dia peduli denganku. Diam-diam dia mengikutiku, dan sangat peduli. Dan mereka saling menjaga satu sama lain. Siapa yang tidak ingin mempunyai cinta seindah itu?
Aku masih menunggunya hadir dalam hidupku. Ini yang dinamakan bodoh? Memang.
Rasa ini hadir dan membuatku sangat gila. Mereka bilang, akan ada hasil yang terbaik saat kamu dikecewakan. Sama halnya saat hujan selesai datanglah pelangi. Aku juga selalu berharap seperti itu, siapa yang tidak mau?
Mereka juga bilang bersabarlah untuk hasil yang sempurna. Sama halnya ketika kamu menunggu bus, 1  bus datang dengan cepat tapi nyatanya bus itu sangat kotor dan penuh sedangkan saat kamu menunggu cukup lama kamu akan mendapatkan yang terbaik yaitu bus yang bersih dan terjaga.
Begitulah cinta, aku akan menunggu sampai akhirnya aku mendapatkan cinta yang sempurna.

Minggu, 30 Juni 2013

Sinopsis Novel Begin Again

Sisil memulai hidup baru, dengan memori yang tak tersisa. Siapa mereka? Sisil tidak mengenalnya. Hanya bunda Kinan yang ia kenal, karena dialah yang hadir di mimpinya. Bu Rini mulai mengajarkan semua nya dengan begitu sabar. Sisil mengingat-ingat siapa dirinya..

Naoma Visisilia Kintania Albert adalah namanya. Awalnya Sisil dan keluarga Albert sangat bahagia sampai akhirnya, keluarga tetangganya meninggal akibat kecelakaan pesawat dan yang tersisa hanya  anaknya yang dikenal dengan Muhammad Algafachry. Naoma dan Vino mempunyai anak satu lagi. Kini Naoma dan Vino mempunyai 3 anak. Sampai akhirnya Rino meninggal, karena sakit ginjalnya yang begitu parah. Terakhir yang ia sampaikan kepada Sisil ‘jangan menyesal dengan semua yang telah kamu perbuat kak, inilah takdirku aku tak butuh ginjalmu. Bersenang-senanglah dengan kakak barumu.’ Sisil mengingat kata-kata itu… Sekali lagi Sisil mengingatnya, sangat sakit untuk mengingat semua kejadian itu.
Inilah Sisil, wanita berumur 17 tahun yang berciri rambut warna hitam dengan potongan iklan rejoice, panjangnya se-bahu. Bermata kayak mata kucing, hidung 2 cm mancungnya, alis matanya tebal tetapi berbentuk sinis, bulu matanya kaya kucing, ada 3 tahi lalat di bagian kiri bibir. Itulah Sisil. Setelah kematian bunda Kinan dan kehilangan Reza Sisil harus pindah ke rumah barunya. Ketika Sisil sudah melewati anniv 15 Oktober, Sisil harus rela kehilangan Reza –benar-benar kehilangannya. Di 15 Oktober ini, Sisil benar-benar merasakan pahit, manis, asemnya cinta. Sisil sangat cinta dengan Reza, begitupun dia. Saat inilah Sisil dan Reza harus memulai hidup barunya. Sisil harus mulai beradaptasi dengan tempat tinggal baru. Sejak bunda Kinan pergi, semuanya aneh. Rezapun aneh, dia terlalu memikirkan bagaimana masa depannya nanti.
Sisil mulai menyukai rumah barunya, Rezapun telah terlupakan dibenaknya. Siapa Reza? Fikirnya. Sisil mulai mempunyai pacar baru, teman baru dan segalanya. Sampai pada akhirnya saat itu Sisil sakit, Sisil tak percaya akan hidup yang akan ia hadapi. 5 tahun bersama Reza lenyap sudah. Persahabatan hancur seketika – Sisil,Vina,Novia– 3 sahabat yang tak pernah melupakan satu sama lain. Hingga akhirnya Sisil mengalah dengan Vina. Inilah gunanya sahabat –saling memahami.
01 Desember Kak Alga pergi meninggalkannya, pesan yang ia berikan begitu mirip dengan yang diucapkan Rino saat dulu kala,‘ jangan menyesal dengan semua yang telah kamu perbuat.‘ Aneh benar-benar aneh. Begitu pula dengan Gyan yang sudah direncanakan dengan sengaja untuk meninggalkan Sisil, saat Sisil melepas semua penat yang ada diotaknya. Dia pergi jauh dari hidupnya, benar-benar jauh.
Mungkin hanya Sisil yang membawa Sial atas semua kehidupannya saat ini. Hingga semua yang berdekatan dengannya akan terbawa kesialan yang ada ditubuhnya. Apa salah Sisil dari semua yang telah dia lakukan?
Sisil merasa sepi, sendiri, tidak punya teman, dan otak ini mulai tak bisa mengontrol tubuh ini. Sisil aneh sendiri. Sisil kira Rio jatuh cinta kepadanya, tapi ternyata? Yasudahlah mungkin Sisil lah yang berharap lebih.
Beberapa hari setelah semuanya hilang Sisil hampir membunuh dirinya sendiri. Sisil disangka gila, siapa yang sudi dibilang gila? Jari-jarinya memang sudah habis karena di gerogoti tapi Sisil tidak gila katanya.
Reza adalah teman baiknya sekarang, tapi Sisil mulai ingat semua kejahatannya dimasa lalu.
Inilah yang sangat ia ingat, disaat Reza membuatnya menangis pada hari rabu di sebuah kaffe. Dia mendekati Sisil yang terduduk memeluk kakinya sendiri, membisikinya sangat pelan dan lembut Sisil mendengar isak tangisnya, “you’re the best things that’s ever been mine.” Sisil terluka disaat itu.. Sisil sangat mengingatnya, sangat sakit..

Begin again, I remember..
Aku ingat itu

Kamis, 18 April 2013

Stretch Mark

Postingan kali ini tentang Stretch Mark. Apa itu Stretch Mark? Stretch mark adalah guratan-guratan putih di paha, perut, bokong, lengan atas dan payudara yang terjadi akibat peregangan kulit yang melampaui batas elastisitasnya.Secara medis, ia disebut "striae". Stretch mark rentan muncul pada wanita saat ia hamil atau saat badan mengalami kegemukan yang awalnya kurus. "Tapi memang paling sering terjadi pada wanita hamil, hampir 90% wanita hamil terkena stretch mark," kata dr. Nanden S. Prabu, SpKK dari Obagi Dermatologi Medical Clinics. 
 Dari segi penampilan, hal ini memang sangat mengganggu. Meski keberadaannya memang bisa ditutupi, namun kalau suatu ketika bagian tubuh itu harus diperlihatkan kepada orang lain, suami misalnya, tentu bikin stress sendiri. 
Sebenarnya, terjadinya stretch mark ini dapat diminimalkan dengan cara: 
1) Menghindari kenaikan berat badan berlebihan. 
2) Meningkatkan elastisitas kulit. Dengan cukup asupan vitamin mineral (sayur, buah), minum cukup, perawatan dengan pelembab (sebaiknya alami, contohnya minyak zaitun)
3) Mengoleskan krim anti stretch mark sejak awal kehamilan. Krim ini dapat membantu "menyembuhkan" jaringan kulit yang robek, meremajakan sel-sel kulit, serta melembabkan kulit agar tidak mudah "robek" jika teregang. Namun, ada baiknya tanyakan dulu ke dokter sebelum mempergunakannya supaya aman. 
4) Operasi laser. Menurut beberapa ahli, operasi ini ringan dan tidak berbahaya. Namun, agar tidak kecewa, untuk diketahui bahwa operasi ini tidak menjamin dapat menghilangkan seluruh stretch mark yang ada. Hal ini tergantung pada seberapa parah robekan kulit yang terjadi. Beberapa wanita mengaku bahwa stretch mark ini bisa hilang dengan sendirinya, namun ada juga yang mengaku bahwa stretch mark yang dimilikinya terus bertahan hingga bertahun-tahun. 
Kenapa saya tertarik untuk menulis tentang stretch mark? Orang bilang, pengalaman pribadi adalah guru terbaik. Namun, pengalaman orang lain juga bisa menjadi guru paling baik kalau kita bisa memilah makna di balik itu. Dulu, sering bingung membedakan antara selulit dan stretch mark. Semakin ke sini, jadi lumayan mengerti. Di bawah ini, saya meng-upload sebuah gambar tentang stretch mark. Menurut saya, kalau yang warna merah dan menonjol, itu selulit. Selulit ini lebih mudah dihilangkan daripada stretch mark. Kalau stretch mark, itu berwarna putih, dan biasanya sulit dihilangkan
munculnya stretch mark lebih dikarenakan oleh kegemukan.

Pariwisata dan Sejarah Kota Palembang


Dalam industri pariwisata, ada dua jenis objek yang dapat dijadikan daya tarik daerah, yaitu wisata alam dan budaya. Dulu wisatawan semata-mata hanya tertarik pada keindahan alam suatu tempat, tapi sekarang banyak juga wisatawan yang tertarik untuk melihat khasanah warisan sejarah dan budaya di tempat-tempat yang mereka kunjungi. Berkaitan dengan hal itu, peninggalan arkeologi yang merupakan sumber daya budaya dapat dimanfaatkan menjadi aset wisata budaya.

Palembang sebagai ibu kota Propinsi Sumatera Selatan, punya banyak potensi aset wisata budaya. Kota yang sudah berusia 13 abad lebih ini banyak meninggalkan jejak-jejak sejarah yang menarik untuk ditelusuri. Secara kronologis, peninggalan itu berasal dari zaman Kerajaan Sriwijaya, Kesultanan Palembang Darussalam, sampai zaman kolonial Belanda. Dulu perencanaan kota pada masa Sriwijaya umumnya berada di meander Sungai Musi yang berupa tanggul alam atau tanah yang meninggi. Hal ini menunjukkan bahwa Sri Jayanasa menempatkan lokasi pemukiman sesuai dengan kondisi geografis Palembang. 


Siapa yang tidak tahu jembatan ini? Kasihan sekali :p wkwk
Menghabiskan banyak waktu di area jembatan ampera ini sangatlah mantap. Kita bisa mencoba berbagai makanan yang menurutku pribadi itu bener-bener mantapzzzzz wkwk
Ya masa gak kenal sama lambang kota Palembang sih? wkwk Ini jembatan Ampera.

Sejarahnya giniIde untuk menyatukan dua daratan di Kota Palembang ”Seberang Ulu dan Seberang Ilir” dengan jembatan, sebetulnya sudah ada sejak zamanGemeente Palembang, tahun 1906. Saat jabatan Walikota Palembang dijabat Le Cocq de Ville, tahun 1924, ide ini kembali mencuat dan dilakukan banyak usaha untuk merealisasikannya. Namun, sampai masa jabatan Le Cocq berakhir, bahkan ketika Belanda hengkang dari Indonesia, proyek itu tidak pernah terealisasi.
Pada masa kemerdekaan, gagasan itu kembali mencuat. DPRD Peralihan Kota Besar Palembang kembali mengusulkan pembangunan jembatan kala itu, disebut Jembatan Musi dengan merujuk na-ma Sungai Musi yang dilintasinya, pada sidang pleno yang berlangsung pada 29 Oktober 1956. Usulan ini sebetulnya tergolong nekat sebab anggaran yang ada di Kota Palembang yang akan dijadikan modal awal hanya sekitar Rp 30.000,00. Pada tahun 1957, dibentuk panitia pembangunan, yang terdiri atas Penguasa Perang Komando Daerah Militer IV/Sriwijaya, Harun Sohar, dan Gubernur Sumatera Selatan, H.A. Bastari. Pendampingnya, Walikota Palembang, M. Ali Amin, dan Indra Caya. Tim ini melakukan pendekatan kepada Bung Karno agar mendukung rencana itu.
Usaha yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Kota Palembang, yang didukung penuh oleh Kodam IV/Sriwijaya ini kemudian membuahkan hasil. Bung Karno kemudian menyetujui usulan pembangunan itu. Karena jembatan ini rencananya dibangun dengan masing-masing kakinya di kawasan 7 Ulu dan 16 Ilir, yang berarti posisinya di pusat kota, Bung Karno kemudian mengajukan syarat. Yaitu, penempatan boulevard atau taman terbuka di kedua ujung jembatan itu. Dilakukanlah penunjukan perusahaan pelaksana pembangunan, dengan penandatanganan kontrak pada 14 Desember 1961, dengan biaya sebesar USD 4.500.000 (kurs saat itu, USD 1 = Rp 200,00).
Pembangunan jembatan ini dimulai pada bulan April 1962, setelah mendapat persetujuan dari Presiden Soekarno. Biaya pembangunannya diambil dari dana pampasan perang Jepang. Bukan hanya biaya, jembatan inipun menggunakan tenaga ahli dari negara tersebut.
Pada awalnya, jembatan ini, dinamai Jembatan Bung Karno. Menurut sejarawan Djohan Hanafiah, pemberian nama tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada Presiden RI pertama itu. Bung Karno secara sungguh-sungguh memperjuangkan keinginan warga Palembang, untuk memiliki sebuah jembatan di atas Sungai Musi.

Peresmian pemakaian jembatan dilakukan pada tahun 1965, sekaligus mengukuhkan nama Bung Karno sebagai nama jembatan. Pada saat itu, jembatan ini adalah jembatan terpanjang di Asia tenggara. Setelah terjadi pergolakan politik pada tahun 1966, ketika gerakan anti-Soekarno sangat kuat, nama jembatan itu pun diubah menjadi Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat).

Sekitar tahun 2002, ada wacana untuk mengembalikan nama Bung Karno sebagai nama Jembatan Ampera ini. Tapi usulan ini tidak mendapat dukungan dari pemerintah dan sebagian masyarakat.

Keistimewaan jembatan Ampera : Pada awalnya, bagian tengah badan jembatan ini bisa diangkat ke atas agar tiang kapal yang lewat dibawahnya tidak tersangkut badan jembatan. Bagian tengah jembatan dapat diangkat dengan peralatan mekanis, dua bandul pemberat masing-masing sekitar 500 ton di dua menaranya. Kecepatan pengangkatannya sekitar 10 meter per menit dengan total waktu yang diperlukan untuk mengangkat penuh jembatan selama 30 menit.
Pada saat bagian tengah jembatan diangkat, kapal dengan ukuran lebar 60 meter dan dengan tinggi maksimum 44,50 meter, bisa lewat mengarungi Sungai Musi. Bila bagian tengah jembatan ini tidak diangkat, tinggi kapal maksimum yang bisa lewat di bawah Jembatan Ampera hanya sembilan meter dari permukaan air sungai.
Sejak tahun 1970, aktivitas turun naik bagian tengah jembatan ini sudah tidak dilakukan lagi. Alasannya, waktu yang digunakan untuk mengangkat jembatan ini dianggap mengganggu arus lalu lintas di atasnya.
Pada tahun 1990, kedua bandul pemberat di menara jembatan ini diturunkan untuk menghindari jatuhnya kedua beban pemberat ini.

Masjid Agung Palembang
Masjid Agung Palembang: 
Pada masa Kesultanan Palembang Darussalam, kegiatan kota terpusat di sepanjang tepi Sungai Musi. Sebagian besar aspek pemukiman berlokasi di tepi utara sungai, berupa bangunan keraton, masjid, dan pemukiman rakyat. Rumah tinggal berupa rumah panggung dari bahan kayu atau bambu dan beratap daun kelapa, juga ada rumah rakit yang ditambatkan di tepi Sungai Musi. 




Benteng Kuto Besak
Benteng Kuto Besak:
Setelah dihapuskannya Kesultanan Palembang Darussalam pada tahun 1823, wilayah sekitar Benteng Kuto Besak (BKB) ini dijadikan daerah administrasi Hindia-Belanda yang dipimpin oleh seorang residen. Pada masa ini, BKB yang awalnya tempat tinggal Sultan Palembang, dialihfungsikan menjadi instalasi militer dan tempat tinggal komisaris Hindia-Belanda, pejabat pemerintah, dan perwira militer.

Secara umum, pembangunan Kota Palembang menjadi kota yang modern dilakukan oleh Pemerintah Hindia-Belanda dan dimulai pada awal abad XX M. Berdasarkan UU Desentralisasi yang dikeluarkan oleh pemerintah Hindia-Belanda, Palembang ditetapkan menjadi Gemeente pada 1 April 1906 dengan Stbl No.126 dan dipimpin oleh seorang burgemeester, yang dalam struktur pemerintahan sekarang setara dengan walikota. Meskipun demikian, burgemeester pertama Kota Palembang baru diangkat tahun 1919, yaitu LG Larive.
Kambang Iwak 
Kambang Iwak :
Pada masa ini, pusat pemerintahan Kota Palembang dipindahkan ke lokasi baru, yaitu sebelah barat BKB. Di kawasan ini juga didirikan bangunan-bangunan umum, dan dilakukan pemindahan lokasi pasar, yang semula di atas perahu di Sungai Musi lalu dipermanenkan di sebelah timur benteng. Dalam tata ruang Kota Palembang abad XX M ini, dibangun pula lokasi pemukiman orang-orang Eropa di sebelah barat benteng. Kalau sekarang ini kita bisa lihat di sekitar kawasan Kambang Iwak. Ngeliatnya nggak perlu malem-malem, ntar ketemu yang macem-macem. Hantu misalnya, hihihi… Tapi sekarang memang sudah tidak seseram dulu. Kawasan Kambang Iwak yang dulunya dikenal sebagai kawasan para banci seks beraksi kalau malam, sekarang sudah sangat berubah. Hal ini karena adanya terobosan pengelolaan kawasan wisata, termasuk mengelola area Kambang Iwak menjadi Kambang Iwak Park, yakni area taman hijau untuk olahraga marathon. 
Rumah Kapitan Cina
Rumah Kapitan Cina:
Secara umum, tinggalan-tinggalan arkeologi yang dapat dijadikan objek wisata kota terdapat di kawasan BKB dan sekitarnya, yakni di sepanjang Jl. Merdeka serta kawasan Talang Semut. Di daerah-daerah tersebut, masih dapat ditemukan bangunan-bangunan kuno yang berasal dari masa kesultanan dan kolonial. Di kawasan BKB, kita masih bisa temukan Masjid Agung Palembang, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, dan Rumah Kapitan Cina.

Kalau di sepanjang Jl. Merdeka dan sekitarnya, masih terdapat beberapa bangunan kuno dari masa Kolonial, seperti Kantor Walikota Palembang, dan Kantor Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Sumatera Selatan. Terus kalau di sekitar Talang Semut selain masih ada sekolah dan gereja kuno, juga masih dapat dilihat lansekapnya seperti jaringan jalan yang mengikuti keadaan kontur lahan setempat yang berbukit-bukit.

Daya tarik dari bangunan-bangunan di sepanjang Jl. Merdeka dan Talang Semut ini adalah gaya arsitekturnya yang punya ciri khas, yang pernah jadi trend gaya hidup di Indonesia pada awal abad XX, dan dikenal dengan istilah “Gaya Indis”. Kekhasan yang tercermin pada bangunan-bangunan tersebut terletak pada penggabungan gaya arsitektur Eropa dengan gaya arsitektur Indonesia. Tentu saja, jika tinggalan-tinggalan arkeologi itu ingin dijadikan objek wisata, maka diperlukan perencanaan yang matang dan komprehensif. Kawasan-kawasan yang terkonsentrasi tinggalan-tinggalan arkeologi tersebut sebaiknya ditetapkan terlebih dahulu menjadi “kawasan bersejarah”. Di kawasan itu juga perlu dibangun fasilitas-fasilitas umum yang sangat penting demi kelestarian tinggalan-tinggalan arkeologi yang terdapat di dalamnya. Pembangunan semua fasilitas umum ini dimaksudkan agar para wisatawan yang datang tidak terfokus di satu tempat dan bisa dikendalikan.

Mau tau Objek Wisata Lainnya? Cekidooot....
Daftar Objek Wisata di Kota Palembang: 
  1. Bangunan Benteng & Tempat Sejarah: Benteng Kuto Besak, Benteng Kuto Gawang, Kantor Ledeng, Pelabuhan Boom Baru
  2. Museum: Monumen Penderitaan Rakyat (Monpera), Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Museum Bala Putra Dewa, Museum Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS), Museum Textile
  3. Jembatan & Sungai: Jembatan Ampera, Jembatan Kertapati, Jembatan Musi II, Sungai Musi, Sungai Gerong
  4. Pasar: Pasar 16 Ilir, Pasar Sekanak, Pasar Kuto, Pasar Cinde
  5. Tempat Ibadah: Masjid Agung, Masjid Lawang Kidul, Masjid Al-Mahmudiyah (Masjid Suro), Masjid Sungai Lumpur, Masjid Kiai Merogan, Masjid Ceng Ho, Kelenteng Soei Goiat Kiong, Kelenteng Pulau Kemaro
  6. Pemakaman Sultan & Raja-Raja Palembang: Kambang Koci, Makam Kawah Tekurep, Bagus Kuning, Makam Sultan Agung, Makam Sabo Kingking, Makam Ki Gede Ing Suro, Bukit Siguntang
  7. Permukiman & Kampung Etnis: Guguk Jero Pager Plembang Lamo, Kompleks Assegaff, Al Munawar dan Kapten Arab, Kampung Kapitan (Chinesee)
  8. Pulau: Pulau Kemaro, Pulau Seribu
  9. Perusahaan: Pertamina, PT Pusri
  10. Wisata Alam: Taman Hutan Wisata Punti Kayu, Kambang Iwak
  11. Rumah: Rumah Limas, Rumah Rakit
  12. Kuliner: Kelurahan 27 Ilir (Pempek), Pempek Candy, Pempek Saga, Pempek Pak Raden, Mie Celor 26 Ilir, Model H. Dowa, dll (tergantung selera)
  13. Olah Raga: Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sport Hall
  14. Mall: Palembang Square (PS), Palembang Indah Mall (PIM), Palembang Trade Center (PTC), Palembang Square Xtension, International Plaza (IP)


                 : http://id.wikipedia.org/wiki/Jembatan_ampera

Selasa, 16 April 2013

Perempuan Yang Di Rajam Menjelang Malam


Karya : Gunawan Muhammad

Perempuan yang dirajam menjelang malam
memandang ke seberang daratan.

Matahari telah memar. Cakrawala
luka bakar.
Maghrib raib, dan gelap seperti lesit,
menghisap sisa darah
yang basah pada langit.

Perempuan yang dirajam menjelang malam, adakah ia mencari
seorang laki-laki yang menulis sesuatu pada pasir
saksi terakhir
semua ini?

Yang ada hanya aku:
tangan yang menulis
pada sabak hitam
ketakutanku

Orang-orang dengan batu di tangan
telah pulang.

Dosa telah dilenyapkan.
Senja telah dibersihkan.
Dan langit telah lapang.

Tapi aku tak bisa pulang.
Tubuh itu juga.

Kulihat di pelupuknya darah antri
seperti nira hitam.

Dan di bola mata yang pecah, ia seperti telah berkata
“Hamba telah berzinah.”

Perempuan yang dirajam menjelang malam, ingatkah kau kepadaku?

Ia hanya memandang ke seberang daratan.

Sampai akhirnya kelelawar-kelelawar yang terbang
memekik
mengenali jasad itu:

di nanahnya ada namaku,
sesuatu yang ingin ia sembunyikan
seperti kesedihanku.

“Ya,” begitulah ia berkata sekali waktu,
“Aku hanya mencintaimu.”

Perempuan yang dirajam menjelang malam
pejamkanlah
pelupukmu

Kamis, 04 April 2013

NEW YORK CRITICS AWARD RAVE REVIEWS TO TAYLOR'S THE RED TOUR


Taylor Swift wrapped a run of sold-out New York-area shows Friday night with her third show of the week at The Prudential Center in Newark. Over the course of the week’s shows she played to capacity crowds and earned rave reviews, impressing some of the nation’s toughest critics.

Critics by Rolling Stone - "Melihat Taylor Swift hidup pada tahun 2013 adalah melihat maestro di atas tubuhnya atau permainan siapa pun. Tidak ada auteur pop lainnya dapat menyentuhnya sekarang untuk mencapai kelebihan atau musik emosional. Red adalah slickest, cerdas dan hanya plain terbaik mega-pop pernyataan waktu kita. Melihat Taylor di panggung sekarang adalah melihat .... komitmen total, semangat total, koneksi total antara penonton dan pemain. Seorang dewi arena-rock sejati di puncak menakjubkan itulah dia"

Critics by The New York Times - "Sebuah tontonan berukuran besar, juxtapositions yang memiliki kekuatan, satu adegan teater setelah berikutnya. Taylor Swift off-script sangat banyak seperti Taylor Swift on-script: bukan hanya otak operasi, tetapi otot, juga, kekuatan terusik yang menjamin pendaratan terjebak. Suara Ms Swift adalah lebih kuat daripada yang pernah, dan juga lebih kuat .... dia menyanyikan jelas dari balik piano, emosi pertunjukan dari dark kredibel. "

Critics by The New York Post - "Swift membuktikan daging nya -haha-. kepercayaannya bermekaran pada acara dalam segala kemuliaan multifaset yang tadi malam di Prudential Center di Newark. Lebih dari konser pop hanya melalui berbagai perubahan kostum nya, potongan set koreografi dan bahkan trik sulap yang aneh, [Swift] telah menciptakan sesuatu yang lebih dekat ke karnaval musik raksasa. Hampir sama mengesankan adalah kekuatan Swift dan fleksibilitas sebagai musisi. Itu jelas dari awal ia tidak peduli apa yang dia lakukan atau di mana ia pergi, vokal Swift tampaknya tidak pernah goyah. "

Critics by The Village Voice - "Taylor Swift lahir untuk menghibur. Swift tetap asli seperti dulu, yang berbicara lebih lanjut untuk sifat tak berujung terus untuk menarik dia sebagai seorang pemain. "

Critics by Newsday - "Swift benar-benar menakjubkan dia menciptakan koneksi, pribadi yang pedih dengan lautan 18.000 penggemar. Dia pantas dapat kredit untuk benar-benar bernyanyi super populer. Lagu dia benar-benar menulis dikelilingi oleh tahap fantastis set-up yang ia membantu desain. Secara emosional diintensifkan suara menyanyi Swift baik dan memiliki suaranya yang khas, kuat, dan sangat terlatih. "

Critics by Newark Star-Ledger - "Taylor Swift sepenuhnya sangat terbentuk maksudnya mempunyai karakter, terutama pada nada tinggi. Dia bintang pop terbesar dunia. Di 2013 ini harinya. Ini adalah zaman keemasan sesuatu yang baik,
benar dan nyata. "

Sabtu, 30 Maret 2013

Mata ini sungguh sulit untuk dibuka, seharusnya hari kejepit ini kita abaikan saja untuk berangkat sekolah. Badanku benar-benar sulit untuk memulai hari ini.
Beberapa kali aku mondar-mandir kantin dan menatap -nya. Ya ! menatapnya. Siapa? entahlah, orang idiot mungkin. Menurutku ini bukan rasa suka maupun cinta. haha, mana mungkin cinta? Aku sempat kaget sewaktu aku berbincang dengan si Raya.
        "lo tuh banyak yang kenal ya? kok bisa sih?"
        "apaan kalo gue banyak yang kenal si Dana kenal gue lah" sela gue dengan muka songongnya. Si Raya hanya memandangku sinis . "kenapa?"
        "ternyata lo masih suka sama si Dana ya?" tapi aku hanya menatap kosong tanah didepanku.
Bayangan itu hilang, setelah aku selesai bercerita dengan Lia. Tenggorokanku benar-benar kering butuh minuman maupun jajanan. Aku dan Lia berjalan melewati segerombolan kakak kelas. Mencari-cari dimana penyelenggaraan afs itu diadakan. Setelah beberapa saat kami lelah. Aku dan Lia pergi ke kantin untuk membeli beberapa minum dan makanan, ternyata disana ada Dana, ya! Dana!
 Aku harus terlihat biasa, oke aku bisa. gumamku.
         "Qilla! Tolong kasihin ini ke ial dong.." kata Dana yang hanya berada 3 jengkal dariku. Dengan kacamatanya dan helm yang ada dikepalanya, aku mendangak --karna dia sangat tinggi.
         "hah? ial? engga ah" kataku langsung kabur dan mengambil beberapa makananku dan minumanku.
Entah apa yang aku rasakan pada saat itu, ternyata Lia sudah harus berkumpul dengan eskulnya. Aku harus pulang sendiri ke kelas ini. Mungkin karna aku terlalu senang, aku menaiki tangga dan saat itu pula aku teriak dan berlari menyusuri jalanan menuju kelasku. -memang bodoh!-

    Ternyata dikelasku masih ramai, dan teriakanku terdengar sampai kelas. Entah mengapa rasa seperti ini sangat bahagia untukku. Aku tidak menyangka dan benar-benar tidak percaya bahwa dia mengenalku.
  Raya benar akan semuanya, gumamku pelan.

Judul termudah yang diambil untuk postingan gue saat ini, menurut gue tanggal itu gak akan gue lupain, entah sampai kapan haha

Konser Spektakuler Duo Afgan & Vidi !

OKE ada pemberitahuan nih, yang pertama afgan main film refrain udh tau kan? bentar lagi kita ngeshare fotonya deh ;;) yang kedua bakal ada KONSER SPEKTAKULER DUO dari Afgan dan Vidi Aldiano WOOOW! Ayo Afganisme dan Vidies cepetan nonton ya!


Hari/Tanggal : Sabtu, 27 April 2013
Lokasi : Balai Sarbini Jakarta
Pukul : 19:00 WIB-Selesai

Opening By Alika, Boys of Rock and Bass Project

HTM : 
  • Silver : Rp. 200.000,-
  • Gold : Rp. 250.000,-
  • Platinum : Rp. 350.000,-
Tiket bisa didapatkan di kantor Melon Indonesia
Gedung PT. Telkom 7th floor Jln. Sisingamangaraja. Kav 4-6 Jakarta Selatan
More Info follow @MelOnIndonesia :)



AND THIS IS AFGAN IN REFRAIN FILM:








support by : http://allaboutafgan.blogspot.com/

Kelas aneh spidermen

Ini bukan kelas! ini aneh, aku tidak merasakan adanya teman disini. kelas ini sungguh beda dengan kelas 8 atau kelas 9 ku dulu.
Aku merasa merekalah keluarga baruku, menghabiskan waktu dari pukul 06:00 sampai 16:00 wib. Disinilah aku hidup, bersama orang-orang aneh yang bisa membuatku selalu tertawa --walaupun beda dengan smp dulu-- tapi inilah aku sekarang bersama dengan keluarga baruku.
Begitu banyak waktu yang kita lewati bersama, entah apakah kita bisa menjauh haha
Ya dari kita main take ball, main tepuk nyamuk, main osu, ngerujak sekelas, ngecover lagu sekelas, nyampe bikin harlem shake. haha
mau liat gak harlem shake kelas kita? nih linknya http://www.youtube.com/watch?v=j8048fv7h4Q
Masih banyak yang belum diomongin dari kelas kita ini, mungkin nanti setelah kita pisah baru aku update lagi tentang kelas spidermen ini :')

Jumat, 23 November 2012

ayahku pahlawanku

Terkadang kesenangan yang berada dihari ini takkan datang di hari esoknya. Begitu pula dengan kesedihan yang datang hari ini, takkan berbuah kesedihan pula pada esoknya. Rasa bahagia itu tak dapat diraih saat kita terjatuh, kenapa? Bukan tidak bisa, tapi kita yang tak  berusaha.

Pernah aku berfikir, mengapa hujan tak dapat bicara? mengapa awan tak dapat bicara? mengapa? andai bisa bicara mereka akan sampaikan seluruh isi hati dan perkataan ini kepadanya.

Bukan mengenai seorang kekasih, bukan pula mengenai lelaki, ini mengenai hati. Hati takkan bisa berbohong, 1000 kali mulut berbicara berbeda. Tapi tetap hatilah yang mengerti benar salah dari perkataan itu. Sama halnya dengan Rindu, mengenal rindu menyakitkan. Tapi lebih sakit ketika mengenal dirimu dari luar. Ini juga bukan karna cinta, kekasih ataupun lelaki. Ini dengan Rindu. Seuntai kata yang membuat hari-hari terasa hambar. Membuat hari-hari yang dilewati tak terbendung dengan seuntai kata rindu. Rindu dalam keheningannya, tertawanya, maupun air matanya.

Kini, tawanya candanya air matanya tak pernah aku rasakan lagi. Mungkin dia telah bercengkrama dengan asik dengan yang lebih ada segalanya. Mengapa harus meninggalkan? Mengapa harus melupakan? Apa pernah sedetikpun kau mengingatku? Apa pernah seharipun kau terbayang wajahku? Aku Rindu...

Dua hati yang telah menyatu, kini terpisah. Apa kau bahagia telah meninggalkanku? Lalu siapakah diriku ini? Wanita yang bernyawa dan tak berguna? Wanita yang mempunyai banyak virus ditubuhku ini? Cinta bukan seperti itu, cinta itu asli murni dan tidak diada-adakan.

Terkadang aku berfikir..
Apa arti kehadiranku disini? Apa yang membuatmu menciptakan makhluk seperti diriku ini? Mereka tampak tak peduli denganku? Apa salah aku ingin mencoba membuat mereka bahagia? Apa ini salah?

Angin sampaikan rinduku untuknya. Debu berikanlah butiran debu-debu yang membuat dia merasakan bahwa disini aku rindu kepadanya. kata rindu membawa sekujur tubuh ini mengingat-ngingat kenangan yang tlah berlalu. Darahku terhenti ketika wanita itu menyebut namanya, dengan cepat kulirik dan langsung membalikkan badanku ke arah suara itu.

Aku melihat ibuku yang sedang terkejut. Setelah kulihat lelaki bersenapan dengan gagah berdiri dihadapan pintuku, ayahkupun kembali....

Takkan aku biarkan ia menantang mautnya itu, takkan ku biarkan ia pergi melawan kejamnya musuh disana, takkan ku biarkan ia berlayar melawan besarnya badai dan takkan kubiarkan ia pergi dari sisiku lagi...


karya : Yusianggr

Minggu, 18 November 2012

apa arti cinta?

Cinta.......
Aku tak mengerti apa itu cinta?
Untaian kata yang aneh menurutku
Kata yang tak memiliki makna tersendiri

Cinta bergejolak
Cinta berliku
Cinta berbagai rasa
Cinta itu labil

Aku adalah anak bau kencur
Yang baru mau kenalan sama cinta.
Dan Aku ga ngerti apa arti cinta tersendiri?

Terkadang aku tersenyum melihatnya
Terkadang aku dag-dig-dug didekatnya
Terkadang pula...
Aku tak sanggup menatap matanya
Apa itu Cinta?

Aku mengarang tentang ini..
Aku mengarang tentang cinta..
Aku mengarang...
Karna akulah sang pengarang

Tapi aku belum pernah mengerti apa itu Cinta?
Kata orang cinta itu buta
Cinta itu gila
Cinta itu indah

Tapi apa benarkah itu?
Seorang sastrawan pasti akan terjun kedalamnya
Apa aku harus seperti itu?

Aku sudah merasakan apa yang namanya pacaran
Tapi dari itu aku belum bisa menafsirkan Cinta
Kata orang aku belum jatuh cinta

Bagaimanakah rasanya jatuh cinta itu?
Aku bingung..

Apa harus aku terjun
Dan merasakan pahitnya cinta itu?
Apa harus aku terbang
Langsung dan merasakan indahnya cinta itu?

Jadi, Apa arti cinta?

Semuanya sudah ditentukan


Terkadang disaat kita berada dikeramaian, semuanya bisa hambar seketika. Entah karna aku yang merasa sendiri atau hidup ini yang memang sepi. Disaat bersama berkumpul, tertawa bahagia kadang hati ini tidak sama dengan tertawanya wajahku ini. Terkadang aku bukanlah menjadi siapa aku yang sebenarnya, kadang aku mencoba bisa menjadi seperti mereka yang selalu tenang dan tidak pernah ada yang menghalanginya.

Aku bahagia, sangat bahagia ketika mereka tertawa terbahak-bahak dengan indahnya. Ada kalanya mereka kurang bersemangat dengan harinya, mereka terdiam melihatku aneh. Mereka tersenyum menatap aku yang sedang menghibur kesedihannya dan merekapun bilang "Istirahat ajalah, kita lagi gak mood banget" Oke di saat perkataan itu terucap, aku sedih. benci. marah. kesel. semua bercampur seperti nano-nano.

Apa salah aku mengikuti mereka yang ada segalanya, yang dikasih kesempurnaan apa salah? Andaikan aku seperti mereka, aku yakin aku lebih bisa ceria dari mereka.

Pagi itu, aku lemas tak sanggup untuk melanjutkan perjalananku kesekolah tapi aku berusaha dengan sekuat tenagaku. Mungkin energiku sudah terkuras habis dari minggu-minggu kemarin, tapi sungguh kali ini aku ingin ikut bercanda dengan mereka. Ternyata temanku yang sudah mempunyai penyakit yang lumayan parah dia tidak masuk karena kambuh.

'aku disini bukan ingin tertawa, aku disini bukan untuk putus asa tapi aku disini untuk berdiri dan melawan semua virus yang tersebar luas ditubuhku ini' ujarku sambil menatap turunnya hujan. *PRAK* Sisi menepuk pundakku, aku pun terjatuh lemas. "masuk mau ada forum" ujarnya, jantungku langsung berdetak dengan cepatnya, dengan sekuat tenaga aku menahan dan mencoba berdiri dengan kekuatan yang masih aku punya.

"ayo kita mulai forumnya, kita mau ngomongin dia nih --yang hari ini ga masuk" ucap ketua kelasku. sesudah bercakap-cakap dengan panjangnya, ada satu kata yang mengganjal di otakku. mengapa mereka bilang kalo dia cuma pura-pura sakit, mengapa mereka bilang kalo dia manja, mengapa mereka bilang dia itu masih kaya anak kecil yang ga percaya kalo dia punya penyakit yang parah, adapula yang bilang kali orangtuanya udah ngebiarin dia aja, atau mungkin umurnya?

Apa mungkin kalau mereka semua tau apa yang aku punya dan rasain. Apa aku akan di bilang seperti itu juga? Siapa yang mau punya penyakit? aku? aku gamau? dia? dia gak akan mau!

Itu udah rencana dari Tuhan, kalau aku boleh meminta. Aku ingin seperti kalian yang bahagia lahir dan batin. Yang kaya akan semuanya. Aku bingung..

Mengapa manusia sangat tidak peduli satu sama lain? Inikah manusia yang dibilang makhluk sempurna ciptaan Tuhan?

Aku masih ingin berdiri lama di bumi ini, aku masih ingin tertawa-tawa dengan mereka aku masih mempunyai hutang budi ke orangtuaku.

Semua hanya Allah yang mengetahui, hidup mati sakit bahagia.

Wanita malam dengan penyesalannya

Berjalan di kesendirian, membawa luka yang masih terpendam
Bukan karna dikau, bukan karna cinta kau
Berjalan dengan berat membawa bongkahan penyesalan
Terjerumus dalam indahnya musik malam

Takkan mengerti arti dari semua ini
Aku yang dulu dicintai
Aku yang dulu disayangi
Aku yang dulu diperhatikan

Virus-virus ganas telah menyerangku
Menjadikan kanker dan tumor mengindap ditubuhku
Sebab malam yang indah itu
Aku merasakannya

Rasa nikmat yang membuatku
Ketagihan akan rasanya
Rasanya yang membuatku 
Selalu ingin menyileti tubuhku ini

Kini aku telah di campakkan
Tuhan, apa yang harus kulakukan?
Sampai aku di campakkan seperti ini?
Apa salahku padamu?

Semalaman aku bergulat
Didetik-detik aku akan pergi
Pergi dan tak mungkin kembali
Karna ulahku selama ini

Kini aku mengerti...
Tuhan... Maafkanlah hambamu ini
Ini bukan salahmu
Bukan salah kedua orangtuaku

Bukan salah dirinya pula..
Ini salahku, yang tak peduli tentang diriku sendiri
Betapa bodohnya diriku ini Tuhan
Aku di benci seluruh manusia, akulah orang biadab itu...

Semalaman darah itu mengalir
Menahan sakitnya 
Bodohnya aku
Tak bisa menjaga semua ini

Jumat, 04 Mei 2012

RUMOR - Butiran Debu

klik link ini mau liat youtubenyaa : klik disini :)
Mau download lagunya? klik nih --> Rumor-Butiran debu


Nih Lirik lagunya 
Namaku cinta ketika kita bersama
Berbagi rasa untuk selamanya
Namaku cinta ketika kita bersama
Berbagi rasa sepanjang usia
Hingga tiba saatnya aku pun melihat
Cintaku yang khianat, cintaku berkhianat

Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
Aku tenggelam dalam lautan luka dalam
Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
Aku tanpamu butiran debu

Namaku cinta ketika kita bersama
Berbagi rasa untuk selamanya
Namaku cinta ketika kita bersama
Berbagi rasa sepanjang usia

Hingga tiba saatnya aku pun melihat
Cintaku yang khianat, cintaku berkhianat ooh
Menepi menepilah menjauh
Semua yang terjadi di antara kita ooh

Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
Aku tenggelam dalam lautan luka dalam
Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
Aku tanpamu butiran debu

(aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
Aku tenggelam dalam lautan) dalam luka dalam
Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
Aku tanpamu butiran debu, aku tanpamu butiran debu
Aku tanpamu butiran debu, aku tanpamu butiran debu

Asrijal Abbas Ghani

Asrijal Abbas Ghani ini nama asli dari RUMOR, Asrijal lahir tanggal 7 Mei 1991. Cowo ganteng yang 1 ini umur 21 th. Bukan hanya guitar, drum, piano saja yang ia kuasai, mencipta lirik lagu rumor pun jago. Meski jago mencipta lirik, namun di single pertamanya 'Butiran Debu' justru diciptakan Ribas, lirikus Indonesia terkenal.
Desas-desus bahwa Rumor akan mengeluarkan pertamanya "Number One", dimana lagu butiran debu juga dimasukkan dalam album tersebut, bisa jadi hilangnya Rumor ini memang sebuah skenario dalam rangka peluncuran album baru tersebut. Triks biasa yang sering dilakukan oleh kaum selebritis untuk meningkatkan popularitas. Hal yang unik dari pemuda 21 tahun asal Makassar adalah latar belakangnya yang hanya seorang pelayan warung dan nyambi nyanyi di kelab di Makassar.





Kurang ganteng apa coba ya? menurut gue sih dia cowo super deh ya Multitalent banget ya Allah :D
Gue ngambil foto-foto ini dari twitternya, ganteng banget yaa? mau tau twitternya? ask me ! or klik ini yaaa !
Abis ngepost yang ini, nanti gue ngepost lagi liriknya, videonya daaaan mau tau? nanti deh ;)


Jumat, 20 Januari 2012

SPEAK NOW TOUR ♥

Taylor Swift membawa konser besarnya "Speak Now Tour" ke Nashville untuk dua pertunjukan di arena Bridgestone Jumat dan Sabtu minggu lalu. Dan ini adalah wawancara Taylor dengan Tennessean Music. 

You first previewed this show back in May, and you’ve been out on the road ever since. Has it felt like long time for you?

"With this tour, it doesn’t feel like we’ve been out for a long time, because It’s just such a mind challenge to put on that show. I feel like there are 50 million things to remember over the course of those two hours, and when you get them right, you’re so proud of yourself, and so at the end of every show, I just feel so happy and the good kind of exhausted and the right kind of challenged. It’s been so fun to put on this show, because I’m never bored. There’s always something new we’re throwing into the show. I’m always covering some new song. We’re always having some special guest come out and perform, and it’s been such an amazing tour, just because of the spontaneous nature of it."
With a lot of these dates – like the four-show stint in L.A. – you’re staying in one place for more than one night. Do you enjoy settling in?

"Well, the thing about playing multiple nights – we’ve been having a lot of times when we’ve played three shows or two or four shows in a city – I really like that. It’s nice for the crew to get to relax and go home after the show instead of having to load out and pack up for a different city, and I sleep better when I’m not on a bus, so it’s nice to stay in a city for a little while. It also shows a lot of dedication when a city has created four sold-out shows for us. It means a lot."
How do these surprise performances with special guests come together? Is it a day-of-show, impromptu sort of thing?

"What I’ll do is I’ll look forward, really forward in my schedule. The first time it really happened was when I saw that we had four shows in L.A. I have a lot of friends in L.A., and I wanted to give every single crowd that came to see us over four nights a very different experience. It started out with, I really wanted Nicki Minaj to come out. I knew the VMAs were the same week. I really wanted to sing “Super Bass” with Nicki Minaj. For the last year, it’s been like my top dream. And so I just got her number and called her and we worked it out. She was so kind to come straight from the VMAs right to our show. It was just magical how that happened. And then my friends have a band called Hot Chelle Rae that are doing really well right now, and they happened to be in town, so I invited them for a night, and then Jason Mraz sings one of my favorite songs in the world called “I’m Yours.” He lives in L.A., so I invited him out for one night. The last minute one was when Justin Bieber called me the day of the show, and said ‘Hey, I’d love to come out.’"
Was that a song you were prepared to do that day?

"Well, I had texted him a couple days before just to check and see if he was in town, and then he called the day of and said ‘Hey, I’ll be there. I’m bringing my dancers.’ I was so excited. My crowd was very excited."
At the end of your performance with Nicki, she credited you with starting the “Super Bass frenzy.” Do you think that’s a fair assessment?

"All I did was like the song very loudly. That song speaks for itself. It’s such a hit."
I saw the viral video where you first rapped a bit of it in the River studios, and you seemed pretty reluctant to do so. Flash forward a few months, and you’re rapping an Eminem song in an arena…

"Well, you know, things are very different when you’re on stage, and then when you’re doing something a cappella just randomly, you know? If someone says, ‘Hey! Hey! Sing ‘Love Story,’’ I’m going to be a little reluctant to just start singing, but if it’s during my show, I’ll sing anything. I think that, for me, when I busted out a rap song in my acoustic set, that’s because I love the song that much that I think my fans would like hearing it during the show, and I really don’t have a problem with doing that."

So doing a rap song live wasn’t something you had to really convince yourself to do?

"It was all good. There were 15,000 people rapping along with me."

Between the covers and the special guests, very few shows are alike. Is that something you do for the fans, for you to break up the monotony, or both?

"Bringing up special guests is something that I really like doing for the fans, because I want them to get so much out of deciding to spend their night at my show. I want them to leave going, ‘Wow, we really made the choice by spending our Saturday night there.’ It means a lot to me that people make plans to go and see my show. It’s such a big commitment to go and buy tickets and go through the hassle of waiting in traffic and finding parking and going into the venue and waiting in lines and waiting in more lines and buying t-shirts. That’s a big deal. That’s a big commitment, and the fact that thousands of people are willing to make that commitment, it really resonates with me. For me, I just want them to get as much out of the show as they possibly can, and so if I have artists that I’m a fan of and they happen to be friends, or even if I don’t know them, I’ll reach out to them and ask if they’re in town, and see if they want to come out and sing for my crowd and sing with me. It’s just so much fun, both for my crowd and for me, to have people come out and surprise the audience."

Do you have special guests lined up for Nashville?

"I hate to advertise things before they happen, but I also have friends in Nashville whose music I’m a fan of…and it could be really fun. It could be a really fun two shows. I really have fun having people come out to the shows because my crowds are so frenzied and loud. They scream so loudly for every guest performer. I have so much fun, not only seeing the crowds react, but also seeing the guest performers react when they see how amazing the crowds are. They’re an amazing audience, everywhere we go."

What’s it like to come back to Nashville after being away for weeks or months, and at this stage in your career?

"Well, I just recently came back to Nashville for two days, and I’d been out on the road for a month. Coming back, it’s crazy, because I go straight into work mode, and both days, (I spent) the majority of my time in the studio, and then every split second that I wasn’t in the studio, I was spending with my family, and knocking on my brother’s door and seeing how he’s been. It’s funny because when you haven’t been there for a while, you get home, and you’re wiped out. I took a red eye home and my door sensor was beeping every five minutes. I was stumbling around the house in mid-sleep trying to figure out what this beeping was. This always happens. When I came home from my three month tour in Asia and Europe, there was a light that wouldn’t turn off, a chandelier that would not turn off above my bed. There’s always something that hysterically keeps me from sleeping when I’m so excited to be home in my own bed."

When you’re back here, or at a country awards show, or anywhere where there’s mostly country artists, does it feel like a separate world from when you’re abroad, on stage with people like Bieber and Nicki Minaj?

"I feel like there’s a lot of camaraderie in music. I haven’t felt too much like there are different neighborhoods, and when you cross over into one, it’s a lot different than the others. I really tend to go and gravitate towards the nice people in whatever genre I’m kind of hanging out in at the time. If I’m in L.A., the people I’m going to call and come hang out and play a song in my show are the nice people that I’ve had really great experiences with, who’ve been awesome and sincere. That’s the same thing in Nashville. The people who I look up to, the people who’ve been wonderful to me and the people who I consider friends are the nice ones, who love being in this community and love all of the other artists. They’re not cutthroat. They’re the ones who will come and help you out, and sing a song for the crowd at your show."

You’ve also helped out a few other Nashville acts – bringing out Hot Chelle Rae at the Staples Center, and mentioning the Civil Wars on Twitter/interviews. Is that something you feel moved to share?

"I just really love great music in whatever form it comes in. When I really fall in love with a new artist, a new act or a new song, it’s impossible for me to not tweet about how much I love it, or the lyrics or mention it in interviews. There are so many opportunities for you to say what kind of music you like. People are always asking in interviews, ‘What music are you a fan of right now?’ There’s always something new that I love. I’m so excited to see that sometimes that makes a little bit of a difference, a little bit of a ripple in people taking notice of new great bands."

Production-wise, this tour is in another league from your previous ones. What was the process like to get the whole thing together?

"All of the parts and moving pieces that all combine to create this show, when they were all scattered all over the floor and weren’t put together yet, it was a little overwhelming. I had the initial meetings with my tour designer and my stage designer, and I had listed all of these things that I wanted to do, and I said, ‘I know we can’t do all of these things in one show, but I just wanted to give you all of my ideas, and then we can pare them down.’ He looked up at me and said, ‘Of course we can do all of these things in one show.’ That’s how this show came together. Every single tiny idea or epiphany that had popped into my imagination ended up in the show. We didn’t cut anything out. Having every single song have its own scenery, vibe and its own treatment, that was a little overwhelming at first. But we worked little by little putting these parts together, and we rehearsed for over a month, and planned it for half a year, and to my complete surprise, it ended up coming together, and coming together so well that were already prepared to open up our rehearsal to the public when the tornadoes hit."

Were you happy with the way the Nashville dress rehearsal [for tornado relief] went?

"The dress rehearsal, thankfully, in my mind, really went off without a hitch. There weren’t any technical things that went wrong, and I was expecting a lot of things to go wrong, and for us to have to start something, stop it and start over. But it was actually exactly like a show."

This all sounds like fun, but are you looking forward to getting some time off at the end of the year?

"Actually, I don’t know what I’m going to do when I’m not on this tour anymore. I think I’m so in love with this tour that I just I love being on it. I love being a part of it. I love the schedule. I love the crowds. I love the feeling you get when you walk off stage, and it was a good show. Of course, I’ll move on to the next thing after this tour’s over, and that will probably be overdrive recording and obsessing over my next album. That whole process kind of works naturally in a two-year phase, when you’re creating an album for two years, and you’re finally ready to put it out, it’s all you think about. Hopefully we’ll get there, and there will be plenty to do at the end of this tour. There will be plenty of things to plan for, and then we continue in Australia in February, so I won’t have to say goodbye to it completely."